WACANA BARU MENDIKBUD, KEPALA SEKOLAH TAK BOLEH MENGAJAR

Kepala sekolah diminta lebih fokus memajukan sekolah. Pekerjaan sebagai kepala sekolah tidak boleh dibuat sebagai pekerjaan sampingan.

“Selama ini jabatan kepala sekolah banyak dijadikan sebagai sampingan. Tugas utamanya mengajar,” kata Muhadjir di Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/8/2017).

Muhadjir di hadapan ratusan guru dan kepala sekolah di wilayah Malang Raya dalam acara Diskusi Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan ke depan kepala sekolah tidak diperkenankan mengajar.

Image result for mendikbud

“Boleh mengajar asalkan ada guru yang absen atau hanya menggantikan sementara. Jadi tidak menjadi tugas utama kepala sekolah,” tutur dia seperti dilansir Antara. Kepala sekolah merupakan manajer sebuah sekolah. di luar negeri tugas utamanya adalah membuat konsep memajukkan sekolah menjadi lebih baik.

Ia mengatakan setiap sekolah di Indonesia adalah pusat manajemen pendidikan. Tugas mengubah menajemen ada pada kepala sekolah sebagai manajer. “Wilayah Malang Raya ini bisa menjadi contoh untuk mulai mengubah tugas kepala sekolah. Tujuannya setiap sekolah bisa maju,” kata dia.

Muhadjir berharap dengan lebih fokus pada tugas utama sebagai kepala sekolah, setiap sekolah menjadi lebih maju karena ada yang memikirkan konsep kemajuan sekolah. “Kepala sekolah yang memegang penuh kendali maju atau tidaknya sekolah. Menjadi kepala sekolah penting untuk membuat ide kreatif demi kemajuan sekolah,” tutur dia.

Muhadjir mencontohkan sebuah sekolah bisa bekerja sama dengan Babinsa untuk mengajarkan baris-berbaris di sekolah. Sekolah juga bisa mengambil penari untuk memberi pelajaran menari.

“Jadi guru di sekolah tidak harus dituntut bisa di semua bidang. Namun, melalui kepala sekolah bisa diatur ide-ide kreatif melalui kerja sama dengan semua pihak,” kata dia.
LIKE & SHARE

0 Response to "WACANA BARU MENDIKBUD, KEPALA SEKOLAH TAK BOLEH MENGAJAR"

Posting Komentar