TUNJANGAN PROFESI GURU DIKABARKAN BAKAL DIHAPUS, INI PENJELASAN MENDIKBUD

Beredar kabar bahwa pemerintah bakal menghapus program sertifikasi dan tunjangan profesi guru (TPG) PNS dan swasta. Kabar tersebut dibantah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Mendikbud menegaskan, program sertifikasi profesi dan TPG tak akan dihapus. Sebab, program tersebut berdampak positif pada peningkatan kinerja guru.

''Untuk kegiatan guru yang sudah berjalan masih dapat terus dijalankan,'' ujar Mendikbud Muhadjir seperti rilis yang diterima Kompas.com pada Kamis (16/8/2017).

Image result for tunjangan

Tunjangan profesi guru, imbuhnya, merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Kedua peraturan tersebut mengamanatkan tunjangan profesi guru diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan dan telah tersertifikasi.

''Sudah jelas diamanatkan dalam undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut. Amanat ini harus dilaksanakan,'' katanya.

Sementara, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk tunjangan profesi guru. Tunjangan diberikan pada guru PNS maupun non-PNS.

Pada 2016, pemerintah menganggarkan tunjangan profesi guru, baik guru PNS maupun bukan PNS. Alokasi anggaran tunjangan profesi guru tahun lalu sebesar Rp71 triliun untuk guru PNS daerah.
Selain itu, anggaran untuk guru bukan PNS yang memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan administrasi dialokasikan sebesar Rp 8 triliun, antara lain telah mengajar 24 jam.

''Pemilik sertifikat pendidik yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan berhak memperoleh tunjangan profesi setara dengan gaji pokok'' ujarnya.
LIKE & SHARE

0 Response to "TUNJANGAN PROFESI GURU DIKABARKAN BAKAL DIHAPUS, INI PENJELASAN MENDIKBUD"

Posting Komentar