Puan: Pemerintah Tak Akan Bebani Murid dengan Pelajaran

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 23/2017 tentang Hari Sekolah fokus pada penguatan pendidikan karakter (PPK). Para siswa bersinergi dengan organisasi formal dan informal. 
“Ini penguatan pendidikan karakter bangsa, di mana anak-anak itu diharapkan bisa bersinergi dan bersama-sama dengan organisasi formal dan informal lainnya itu paham bagaimana penguatan pendidikan karakter,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/8).
Peraturan Presiden (perpres) untuk mengganti Permendikbud 23/2017 tengah dikaji sejumlah kementerian/ lembaga. Perpres ini secepatnya diterbitkan setelah rancangannya disepakati.
Image result for puan maharani
Puan memastikan bahwa para murid tidak akan terbebani dengan berbagai pelajaran. “Kami ini tidak akan membebani murid-murid dengan pelajaran yang katanya, sepertinya akan menyita waktu mereka dari pagi sampai sore itu. Enggak,” tegasnya.
Ditambahkan, kebijakan tersebut juga hanya berlaku bagi sekolah yang siap. Artinya, tidak seluruh sekolah diwajibkan menerapkan aturan itu. “Tidak ada kewajiban, ini sifatnya opsional. Artinya yang sudah siap silahkan untuk ikut. Yang tidak siap, kita tidak akan memaksakan,” immbuhnya.
Sementara itu, Menteri pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan, perpres dikoordinasikan Menko PMK. “Saya sudah tidak berwenang untuk itu (komentari Permendikbud 23/2017). Sudah di tangan Menko PMK,” kata Muhadjir.
Beberapa waktu lalu, sempat beredar video aksi demonstrasi sejumlah santri menolak PPK atau yang dinilai sebagian kalangan sebagai kebijakan sekolah sehari penuh atau Full Day School (FDS). Para santri terdengar menyuarakan teriakan 'bunuh menterinya sekarang juga'.
Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, video itu sempat diduga hoax (tidak benar). Meski begitu, dia menuturkan, aksi dalam video itu memang terjadi. Karenanya, dia menyerahkan ke aparat berwenang. “Nanti aparat yang akan menelusuri itu,” kata Pramono.
Dia menuturkan, anak-anak sepatutnya tidak diajarkan melakukan ujaran kebencian. “Kita juga harus memberikan pendidikan kepada anak-anak kita untuk tidak katakanlah membenci, kemudian melakukan tindakan yang berlebihan. Saya meyakini bahwa siapapun yang manas-manasi anak-anak itu pasti bukan orang yang mau bertanggungjawab kalau sudah begini,” tuturnya
LIKE & SHARE

0 Response to "Puan: Pemerintah Tak Akan Bebani Murid dengan Pelajaran"

Posting Komentar