Mendikbud: Sekolah Delapan Jam Bukan Dijalani Siswa, Tapi oleh Guru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan bahwa program sekolah lima hari atau delapan jam sehari bukan diperuntukkan bagi siswa.

Ia mengingatkan, program itu dibuat untuk membantu guru menenuhi kewajiban target kerja seperti aparatur sipil negara (ASN) lain.

"Sekolah delapan jam itu bukan anaknya, tetapi untuk guru. Jika guru bekerja delapan jam, anak-anaknya bisa pulang," ujar Mendikbud di Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Mendikbud: Sekolah Delapan Jam Bukan Dijalani Siswa, Tapi oleh Guru

Muhadjir menjelaskan anak bisa pulang dari sekolah sebelum delapan jam dengan syarat guru memastikan sang anak melakukan kegiatan tambahan yang masuk dalam kurikulum pendidikan penguatan karakter.

Saat sosialisasi sekolah lima hari Mendikbud selalu menekannya program itu diadakan untuk membantu guru memenuhi syarat bekerja 40 jam dalam seminggu agar para guru mendapat tunjangan profesi.

"Dasar sekolah delapan jam sehari bukan belajar delapan jam, tetapi belajar secara normal, lalu sisanya bisa digunakan untuk pendidikan penguatan karakter seperti mengaji, olahraga, dan lain sebagainya."

"Yang penting guru bisa mencatat kegiatan siswanya untuk dimasukkan sebagai kegiatan penguatan karakter," pungkasnya.
LIKE & SHARE

0 Response to "Mendikbud: Sekolah Delapan Jam Bukan Dijalani Siswa, Tapi oleh Guru"

Posting Komentar