Ini Penting dan Perlu. Sejak Kapan Pendidikan di Negeri Ini Ada?

Kita semua pasti tahu apa itu pendidian. Kita juga pasti pernah sekolah. Karena itu, kita dinamakan orang-orang terdidik. Boleh dikatakan hampir semua orang di negeri ini bisa  baca dan tulis. Karena itu, menjadi sangat penting jika kita juga perlu tahu sejarah pendidikan di Nusantara ini.

Dan jika ditelusuri, pendidikan bagi orang-orang Indonesia, atau orang-orang di Nusantar ini, sebenarnya sudah terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan, jauh sebelum datangnya penjajah Belanda dan menjajah Indonesia. Hnya bahwa sistem dan model pendidikan kita teradopsi dari penjajah, Belanda.

Wajah Pendidikan Indonesia dulu

Artinya, sejarah pendidikan di Indonesia telah berlangsung sejak lama. I Tsing, pendeta Budha yang singgah di kerajaan Sriwijaya pada 687 Masehi, menjelaskan bahwa Palembang di masa tersebut merupakan pusat agama Budha dimana pemikir dari berbagai negara berkumpul disana. Hanya saja, pendidikan saat itu belum diatur dan berfokus pada ajaran Budha.

Sejarah Pendidikan pada Zaman Pendudukan Belanda

Memasuki abad ke 16, bangsa Portugis datang ke Indonesia dengan tujuan perdagangan dan berusaha menyebarkan agama Katolik. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendatang Portugis ini mendirikan sekolah yang bertujuan memberikan pendidikan baca, tulis, dan hitung sekaligus mempermudah penyebaran agama Katolik.

Masuknya masa pendudukan Belanda membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah milik pendatang Portugis menjadi terhenti. Karena, Belanda juga membawa misi serupa Portugis yaitu menyebarkan agama Katolik dan Protestan kepada masyarakat setempat.

Untuk mewujudkan misi ini, Belanda melanjutkan apa yang dirintis oleh bangsa Portugis dengan mengaktifkan kembali beberapa sekolah berbasis keagamaan dan membangun sekolah baru di beberapa wilayah.

 Ambon menjadi tempat yang pertama dipilih oleh Belanda dan setiap tahunnya, beberapa penduduk Ambon dikirim ke Belanda untuk dididik menjadi guru. Memasuki tahun 1627, telah terdapat 16 sekolah yang memberikan pendidikan kepada sekitar 1300 siswa.

Setelah mengembangkan pendidikan di Ambon, Belanda memperluas pendidikan di pulau Jawa dengan mendirikan sekolah di Jakarta pada tahun 1617. Berbeda dengan Ambon, tidak diketahui apakah ada calon guru lulusan dari sekolah ini yang dikirim ke Jakarta. Lulusan dari sekolah tersebut dijanjikan bekerja di berbagai kantor administratif milik Belanda.

Memasuki abad ke 19, saat Van den Bosch menjabat Gubernur Jenderal, Belanda menerapkan sistem tanam paksa yang membutuhkan banyak tenaga ahli. Keadaan ini membuat Belanda mendirikan 20 sekolah untuk penduduk Indonesia di setiap ibukota karesidenan dimana pelajar hanya boleh berasal dari kalangan bangsawan.

Ketika era tanam paksa berakhir dan memasuki masa politik etis, beberapa sekolah Belanda mulai menerima pelajar dari berbagai kalangan yang kemudian berkembang menjadi bernama Sekolah Rakjat.

Pada akhir era abad ke 19 dan awal abad ke 20, Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi masyarakat Indonesia.  Selanjutnya, memasuki abad ke 20, Belanda memperdalam pendidikan di Indonesia dengan mendirikan sejumlah perguruan tinggi bagi penduduk Indonesia di pulau Jawa, seperti School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) – Sekolah kedokteran di Batavia, Nederland-Indische Artsen School (NIAS) – Sekolah kedokteran di Surabaya, Rechts Hoge School – Sekolah hukum di Batavia, dan De Technische Hoges School (THS) – Sekolah teknik di Bandung.

Pendidikan Indonesia pada Zaman Pendudukan Jepang

Memasuki masa pendudukan Jepang, sistem pendidikan Belanda dihentikan dan digantikan oleh sistem pendidikan dari Jepang. Jepang menyediakan sekolah rakyat (Kokumin Gakko) sebagai pendidikan dasar, sekolah menengah sebagai pendidikan menengah, dan sekolah kejuruan bagi guru.

Berbeda dengan sistem pendidikan Belanda yang dibatasi bagi kalangan tertentu, pendidikan yang diterapkan Jepang tersedia bagi semua kalangan, dan melarang sekolah mengadakan pendidikan dalam bahasa Belanda. Mereka menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama diikuti bahasa Jepang sebagai bahasa kedua. Ideologi mental kebangsaan Jepang pun diajarkan, termasuk penghormatan kepada Sang Kaisar.

Pendidikan ala Indonesia baru dimulai setelah Indonesia merdeka. Namun, sistem dan model pendidikan Belanda-lah yang dikembangkan Indonesia sampai hari ini.
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "Ini Penting dan Perlu. Sejak Kapan Pendidikan di Negeri Ini Ada? "

Posting Komentar