Pelajar SMA Ini Tantang Profesor Benahi Cara Mengajar di Sekolah

Asa Firda Inayah, remaja yang baru saja lolos dari bangku SMA 1 Gambiran Banyuwangi, berani meminta agar para profesor di negeri ini berani bersuara dan berani mengubah pola didik di bangku sekolah.

Masalahnya, ujar aktivis media sosial yang menggunakan nama Afi ini, ujaran kebencian, radikalisasi dan tindak anarkistis, dimulai dari bangku sekolah, bahkan di tingkat sekolah dasar (SD).

Dalam diskusi Kebangsaan yang digelar Fisipol UGM, Senin (29/5), Afi dengan lantang mengatakan, sebagai anak bangsa, dia resah dengan kondisi bangsa yang carut-marut. Afi pun mempertanyakan rasa ‘kebangsaan’ dari para pendidik di Indonesia.

Pelajar asal Banyuwangi Asa Firda Inayah yang dikenal dengan nama Afi, berbicara dalam diskusi Kebangsaan yang digelar Fisipol UGM, Senin (29/5), dipandu dosen Fisipol UGM Dr Abdul Gaffar Karim. [Fuska Sani Evani]

“Riil, fakta, saya tahu sendiri bahwa banyak guru di sekolah yang mengajarkan siswanya untuk saling membenci. Anti agama lain, benci ras lain. Karena itu, kepada para profesor, benahi cara mengajar,” ucapnya.

Diskusi yang dipandu dosen Fisipol UGM Dr Abdul Gaffar Karim itu, dihadiri civitas akademika UGM juga masyarakat umum termasuk Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

Gadis kelahiran Banyuwangi, 23 Juli 1998 itu, tak segan-segan mengkritik berbagai pandangan agama yang ingin mencari menang sendiri. Baginya, semua umat pasti menganggap agamanya adalah yang terbaik. Pandangan itu tidak keliru, tetapi harusnya diterapkan pada diri sendiri untuk memupuk keimanan dan bukannya untuk memaksakan kehendak kepada orang lain.

Berasal dari desa di Banyuwangi Selatan, nnak pasangan Wahyudi dan Sunarti itu pun membenarkan, kalau tulisannya yang berjudul ‘Warisan’, sempat membuatnya kehilangan akun Facebook-nya selama dua hari. Selain itu, teror secara verbal pun diterimanya hingga ancaman akan dibunuh, jika dia terus menyerukan suara perdamaian.

Afi pun menceritakan, ‘Warisan’ adalah sebuah kegalauannya akan fenomena kebhinekaan di Tanah Air. “Pertama, kita harus hidup bersama-sama dengan warisan masing-masing, baik yang bisa kita pilih maupun tidak. Warisan yang tidak bisa kita pilih kodrat dari Tuhan di antaranya jenis kelamin dan ras. Warisan yang bisa kita pilih adalah agama. Semua keyakinan memiliki kebenaran masing-masing dan tidak perlu diributkan,” katanya.

Komentar pro dan kontra dari 10 ribu orang lebih, bahkan ancaman akan dibunuh, tidak lantas menyurutkan niat Afi, untuk menggelorakan semangat persatuan."Saya pernah ditelpon orang dan diancam akan dibunuh. Intinya saya diminta berhenti menulis tapi saya tidak takut karena niatan saya baik," tegasnya.

Afi pun mendapat pertanyaan dari seorang perserta, bahwa ada seorang mantan Guru Besar UGM yang terang-terangan menyatakan kalau pada tahun 2040 nanti, Indonesia pasti akan menjadi Negara Khilafah Islam.

Menanggapi pertanyaan itu, dengan sigab Afi meminta kepada mantan Guru Besar UGM itu untuk melihat kembali buku Sejarah SD. “Kalau mau, nanti saya pinjamkan. Di buku Sejarah SD itu jelas-jelas tergambar, bahwa sebelum Islam masuk ke nusantara, nenek moyang kita beragama Budha dan Hindu. Kalau mereka yang beragama Budha dan Hindu juga menuntut Indonesia harus berdasar agama mereka, akan seperti apa kita nanti,” ucap Afi.

Akankah Indonesia akan seperti Afganistan dan Suriah? Menurut Afi, semuanya tergantung kepada bangsa. Indonesia sudah punya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pakem bernegara. Karena itu, Afi yang mengaku ingin kuliah di jurusan Psikologi ini menyatakan, sangat tidak tepat memaksakan sebuah agama untuk menjadi dasar negara.

"Tak bisa Indonesia didasarkan konsep agama, apapun itu. Indonesia tetap berdasar Pancasila dan sampai kapanpun harus seperti itu, kalau kita berdasar agama baru akan sadar dan menyesal ketika nanti seperti Afghanistan atau Suriah dan saya tak ingin hal itu terjadi," katanya.

Dalam dialog tersebut, Afi juga mengajak generasi muda untuk berkarya bagi bangsa Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi Pancasila dan Kebhinekaan sebagai dasar Indonesia. "Kalau bahasan mudahnya, saya yang hidup di pelosok dan dengan keterbatasan tapi bisa berkarya. Kalau saya saja bisa mengapa anda tidak," imbuhnya tersenyum.

Pada pertanyaan lain, terkait efek dari tulisannya, yang memunculkan pro dan kontra juga kemungkinan membawa perpecahan baru, Afi menakankan bahwa apa yang ia tulis justru ingin menggugah ‘rasa kebangsaan’.

"Perpecahan bukan karena kebebasan berpikir tapi karena memaksakan pikiran kita pada orang lain. Di akhir tulisan, saya selalu mengajak pembaca berpikir bukan meminta mereka harus begini atau begitu, apakah begitu bahaya mengajak orang beragama berpikir terbuka," ucap Afi yang disambut tepukan ratusan peserta diskusi.

Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto mengatakan keputusan mengundang Asa Frida Inayah adalah murni kegiatan diskusi yang sekaligus bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila. Menurut Erwan saat ini Indonesia khususnya generasi muda punya tantangan bagaimana mengelola keberagaman berlandas Pancasila.

"Afi ini jadi salah satu representasi anak muda yang berusaha merawat kebhinekaan itu Indonesia melalui tulisan dan buah pikirannya. Tantangan besar untuk kita semua memang dan sepertinya memang kita butuh sosok generasi muda yang berani bersuara untuk bangsa ini," ungkapnya.
Demikian informasi yang kami sampaikan yang kami lansir dari sp.beritasatu.com . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Mohon Dishare agar semua rekan - rekan kita tahu

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik
loading...
LIKE & SHARE

1 Response to "Pelajar SMA Ini Tantang Profesor Benahi Cara Mengajar di Sekolah"

  1. saya sangat berterima kasih banyak [Kyai Sanjaya] atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok [Kyai Sanjaya] itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan Kyai,,bagi anda yang ingin dibantu sama [Kyai Sanjaya] silahkan hubungi Kyai di 082 399 986 107 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok Kyai { KLIK-DISINI }

    BalasHapus