Menghadapi Anak Pelaku Bullying

1.Faktor  apa saja yang menyebabkan seorang anak suka membully?

Sering menyaksikan kekerasan, misalnya melalui TV atau video game, beberapa pelaku bully (tetapi tidak semua) memiliki keterampilan sosial yang tidak matang, sulit mengendalikan impuls/dorongan, beberapa (tetapi tidak semua) memang memiliki agresivitas yang tinggi atau hiperaktivitas, beberapa anak juga melakukan bully sebagai respon karena gagal atau merasa stress secara akademis. Pelaku bully juga biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendahà perilaku agresivitas ke orang lain hanyalah topeng dari rasa tidak percaya diri yang dimiliki, ketidakpuasan terhadap diri yang dilampiaskan kepada orang lain. Ada pula korban bully yang kemudian berubah menjadi pelaku bully

IMG_0029

2. Biasanya anak yang suka membully memiliki ciri-ciri:

– Kurang memiliki empati terhadap orang lain

– Punya kebutuhan tinggi untuk mendominasi dan mengendalikan anak lain untuk menuruti kehendaknya

– Impulsive dan sulit mengendalikan kemarahan

– Secara khusus anak laki-laki biasanya memiliki tubuh yang lebih besar dari teman-teman sebayanya (tetapi tidak selalu anak yang badannya besar akan jadi pelaku bullying)

3. Apa dampak negatif jika anak suka membully?

Dampak negatif dari bully : Pelaku bully biasanya lebih berisiko untuk gagal di bidang akademis, keluar atau tidak melanjutkan sekolah dan lebih cenderung terlibat kriminalitas dan perkelahian ketika sudah lebih dewasa. Penelitian juga menunjukkan mereka lebih rentan menggunakan narkoba. Bahkan ada penelitian juga yang mengkaitkan pelaku bully dengan gangguan kepribadian antisocial atau sociopath.

4. Seringkali, anak yang suka membully, di rumah justru merupakan anak-anak yang baik, seperti contoh Haikal di atas. Kenapa itu bisa terjadi?

Penelitian menunjukkan bahwa pelaku bullying, biasanya juga memiliki kecenderungan melawan atau bertindak agresif terhadap orang dewasa seperti guru dan orangtua. Akan tetapi tidak semua pelaku bullying seperti itu, beberapa anak juga dapat terlibat bullying karena ikut-ikutan atau terbawa pengaruh temannya. Dalam suatu kelompok pertemanan, biasanya ada 1 anak yang menjadi pemimpin dan ada pula yang menjadi ‘letnan’ dan bawahan. Sang ‘letnan’ dan bawahan biasanya tidak akan bertindak bully ketika pemimpinnya tidak ada. Selain itu perilaku bullying juga mungkin saja tidak terdeteksi oleh guru dan orangtua karena pelaku bully biasanya mengincar mereka yang lebih lemah. Nah mungkin saja dalam lingkungan keluarga, pelaku bully merupakan personil yang paling lemah (misalnya anak yang paling kecil) atau orangtua-nya juga keras dan cenderung agresif terhadap anak sehingga di depan orangtua ia tidak berdaya dan tidak bisa melawan, ia baru mengeluarkan agresivitasnya kepada orang lain semisal teman yang lebih lemah di sekolah.

5.Bagaimana mengatasi anak yang suka membully?

Perilaku bully merupakan tanda bahwa anak tidak belajar untuk mengendalikan agresivitasnya sehingga pelaku bully perlu belajar untuk berinteraksi secara sehat dengan orang lain. Mereka juga perlu belajar untuk mengembangkan empati seperti lebih peka dan lebih memahami perasaan orang lain. Kebanyakan anak pelaku bully tidak paham apa akibat perilaku mereka terhadap perasaan orang lain.

6.Bagaimana mencegah anak agar tidak hobi membully?
  • Membangun hubungan yang positif dengan anak sangat penting untuk menghindari anak menjadi bully. Anak perlu merasa dicintai, didukung dan didengarkan oleh orangtuanya. Terkadang perilaku orangtua yang mau mendengar dan memahami sudut pandang serta perasaan anak juga sudah membuatnya merasa dihargai sehingga ia lebih bersedia mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain.
  • Sediakan lingkungan yang bebas bullying/kekerasan kepada mereka. Salah satunya adalah dengan menekankan pentingkan kompetisi yang sehat dan tidak membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya karena hal ini dapat menaburkan benih-benih persaingan antar kakak-adik. Misalnya ketika ada budaya anak yang kecil harus selalu mengalah pada kakak-kakaknya, maka sebetulnya sudah terjadi ketidakseimbangan power seperti yang terjadi pada bullying. Upayakan memperlakukan anak dengan adil sesuai dengan porsinya masing-masing.
  • ajarkan anak untuk senantiasa belajar peduli dan berempati kepada orang lain
  • Jika anak pernah menjadi korban bully, dalam bentuk apapun itu, misalnya digencet oleh senioritas kakak kelas atau dipalak atau diejek oleh teman-temannya maka orangtua perlu mengajak anak berdiskusi dan membicarakan bagaimana perasaannya. Korban bully biasanya merasa tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa tetapi ketika mereka menempati posisi yang ‘lebih diatas’ seperti ketika mereka sudah menjadi senior di sekolah, mereka bisa saja mengulang siklus bully dan menjadi pelaku bully. Oleh karena itu guru, sekolah dan orangtua harus tanggap, jangan menganggap perilaku bully akan menghilang dengan sendirinya. Ajak anak untuk bercermin dan menyadari pengalamannya agar ia tidak melakukan hal yang sama pada orang lain (misalnya: “dulu ketika kamu jadi korban bullying kamu merasa kesal, sedih dan tidak berdaya, apakah sekarang kamu mau melakukan hal yang sama kepada orang lain?”)
  • ajarkan anak untuk melampiaskan kekesalan dan kemarahan secara sehat. Seringkali orangtua marah atau melarang anak untuk marah padahal rasa marah adalah perasaan yang alami dan dapat dirasakan oleh setiap orang, tidak terkecuali anak-anak. Yang perlu orangtua ajarkan kepada anak adalah bagaimana cara melampiaskan kemarahan secara sehat dan tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain.
  • Hati-hati dengan tontonan dan bacaan yang dikonsumsi anak, pilihlah tontonan, video game atau media lain yang tidak mengandung kekerasan. Dampingi anak ketika menonton sinetron atau film yang mengandung kekerasan atau bully agar anak paham bahwa itu contoh yang salah atau buruk sehingga ia tahu membedakan mana nilai-nilai yang perlu diadopsi dan ditirunya mana yang tidak.

Oleh : Erin Mutiara, M.Psi.
Demikian informasi yang kami sampaikan mengenai Menghadapi Anak Pelaku Bullying yang kami lansir dari www.fameconsultant.com . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Mohon Dishare agar semua rekan - rekan kita tahu

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "Menghadapi Anak Pelaku Bullying"

Posting Komentar