Kepala Sekolah Mundur Setelah Siswa Menganggapnya Tak Layak

Seorang kepala sekolah menengah atas di Kansas mengundurkan diri setelah siswa yang mengelola koran sekolah meragukan kualifikasinya. Melalui investigasi, anak-anak remaja itu berhasil menuai pujian.
Diberitakan BBC, Kamis 6 April 2017, investigasi itu dilakukan oleh The Booster Redux, koran sekolah dari SMA Pittsburg, setelah profil kepala sekolah yang baru itu mereka muat. Namun, setelah tiga pekan, mereka menemukan bahwa kampus Amy Robertson, kepala sekolah mereka yang baru, ternyata tidak terakreditasi.

Image result for kepala sekolah

Amy Robertson dipekerjakan oleh Departemen Pendidikan Pittsburg sejak 6 Maret lalu. Namun, setelah publikasi yang dilakukan oleh enam anak tersebut, ia mengajukan pengunduran diri. Pihak sekolah telah bertemu dengan Robertson pada Selasa malam, 4 April 2017, dan menerima pengunduran dirinya.
Melalui pernyataannya, Departemen Pendidikan mengatakan, "Setelah isu ini terungkap jelas, maka Dr. Robertson merasa bahwa lebih baik untuk dirinya dan sekolah jika ia mengundurkan diri".
Trina Paul, editor di Booster Redux mengatakan, "Ia akan menjadi pemimpin sekolah ini, dan kami ingin yakin bahwa ia memenuhi kualifikasi serta memiliki mandat yang tepat. Tapi, ternyata ada beberapa hal yang membuat ia tak memenuhi syarat untuk mendapat mandat yang sah".
Dalam laporannya, Booster Redux menjelaskan alasan mereka. "Selama melakukan pembicaraan melalui telepon dengan kami, ia tak mampu menjawab pertanyaan dengan lengkap, menyampaikan tanggal yang saling bertentangan, dan inkonsisten dalam memberikan jawaban," demikian tulisan dalam laporan tersebut.
"Itu sebabnya kami memberikan kode bendera merah," ujar Maddie Baden, reporter Booster Redux yang baru berusia 17 tahun. "Jika kami mampu mengungkapkan ini, mengapa orang dewasa tak mampu melakukannya," kata Maddie.
Menurut temuan anak-anak ini, sekolah swasta yang berorientasi profit dan berlokasi di Dubai, saat Robertson pernah menjadi kepala sekolah, ternyata dihentikan operasionalnya pada 2013 oleh pemerintah Uni Emirat Arab. Selama bertahun-tahun sekolah itu berada di peringkat "tidak memuaskan."
The Booster Redux juga berhasil mengungkap bahwa universitas saat Robertson menerima gelar master dan doktor, ternyata tidak terakreditasi oleh Departemen Pendidikan AS. Perguruan tinggi tersebut tidak memiliki alamat gedung yang jelas, dituduh melakukan jual beli gelar, di mana siapa saja bisa membeli gelar yang diinginkan.
Tapi, kepada media umum di Kansas, Robertson mengatakan, status universitas itu saat ini tak relevan. "Karena ketika saya menerima gelar master pada1994, dan doktor pada 2010, isu itu tidak ada," ujarnya.
Soal mandatnya yang diragukan oleh anak-anak itu, ia mengatakan, "Saya memilih tak berkomentar soal pertanyaan tentang mandat yang disampaikan mereka, karena apa yang mereka fokuskan itu tidak berdasarkan fakta".
Namun, apa yang dilakukan anak-anak ini menuai pujian. Bahkan, media mainstream mengatakan, investigasi yang mereka lakukan sangat baik.
Kepala Wilayah Pittsburg bahkan mengagendakan untuk bertemu dengan tim redaksi The Booster Redux untuk secara khusus menyampaikan terima kasih.
Demikian informasi yang kami sampaikan yang kami lansir dari dunia.news.viva.co.id . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Mohon Dishare agar semua rekan - rekan kita tahu

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "Kepala Sekolah Mundur Setelah Siswa Menganggapnya Tak Layak"

Posting Komentar