FSGI Sesalkan Ulah Oknum Guru SMKN 3 Psp

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyesalkan dugaan tindakan oknum guru SMK N 3 Kota Padang Sidimpuan (Psp), Sumut, yang mengintimidasi siswanya sehingga hampir tewas karena bunuh diri. Menurut Sekjen FSGI Retno Listyarti, ada jerat hukum bagi oknum guru tersebut sebagaimana diatur dalam UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Yakni pasal 76a mengenai perbuatan diskriminasi terhadap anak, dan pasal 76 c jo pasal 80 mengenai kekerasan terhadap anak. Selain itu ada pasal 335 ayat 1 kesatu KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dan pasal 1365 KUHperdata yaitu perbuatan melawan hukum.

FSGI Sesalkan Ulah Oknum Guru SMKN 3 Psp - JPNN.COM

"Terkait kasus percobaan bunuh diri siswa SMKN 3 Padang Sidempuan, jaringan FSGI di Kota Medan telah mencoba ‎mengumpulkan berbagai informasi," kata Retno di Jakarta, Jumat (7/4).

Setelah dilakukan penulusuran terbatas oleh guru yang bertugas (informan) maupun pemberitaan lainnya, FSGI menemukan fakta, benar ada percobaan bunuh diri yang dilakukan AN, siswa SMK N 3 Padang Sidempuan dengan menenggak racun tanaman di sekitar rumahnya. Saat ini AN masih dirawat di RSUD Padang Sidempuan. Percobaan bunuh diri dilakukan karena AN merasa terancam/diintimidasi oleh oknum guru SMK N 3 Padang Sidempuan akibat status FB yang dibuat oleh korban berkaitan dengan kebocoran soal USBN di sekolah tersebut

"Berkaitan dengan ancaman yang disampaikan oleh oknum guru SMK N 3 Padang Sidempuan, masih perlu diklarifikasi lebih lanjut. Fakta sementara guru merasa tidak pernah memberikan ancaman, hanya sekadar memberikan peringatan terkait status FB yang dibuat korban bahwa korban bisa dikenakan pasal terkait dengan UU ITE dengan menyebutkan ancaman kurungan dan denda yang mungkin dijalani AN. Di pihak lain siswa yang bersangkutan depresi dan merasa terancam yang berakibat pada percobaan bunuh diri," bebernya. Status FB yang dibuat siswa AN adalah terkait dengan dugaan salah seorang siswa yang merupakan anak guru, dibantu dalam pelaksanaan USBN.

Status FB ini kemudian berkembang menjadi saling komentar antara siswa AN dengan teman-temannya dan siswa anak guru tersebut. Sampai ada yang mengeluarkan kalimat tidak pantas, dengan kata-kata **jing untuk gurunya.

"Terkait dengan ini guru-guru memiliki bukti berupa screen shot dari postingan dan comment siswa di FB‎," ujar Retno.

Siswa yang merupakan anak guru, yang diduga memperoleh bocoran USBN, merasa di-bully oleh siswa yang mencoba bunuh diri dan dua orang temannya. Akibat ini, tiga siswa tersebut “diproses” sehingga munculah peringatan/ancaman bahwa apa yang dituliskan mereka di FB bisa terkena pasal pencemaran nama baik dan UU ITE.

"Terkait dengan apakah soal USBN bocor atau tidak, masih perlu penelusuran lebih lanjut karena berdasarkan info yang diperoleh dari informan, bahwa keponakannya yang juga bersekolah di situ, tidak ada bantuan yang diberikan sekolah dalam pelaksanaan USBN itu," paparnya.

Retno menambahkan, berdasar informasi bahwa situasi sekolah di SMKN 3 Padang Sidempuan sudah lama tidak kondusif. Mulai dari Oktober 2016 sampai Desember 2016 paling tidak sudah ada tujuh kali demo yang dilakukan siswa. 

Demikian informasi yang kami sampaikan yang kami lansir dari www.jpnn.com . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Mohon Dishare agar semua rekan - rekan kita tahu

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "FSGI Sesalkan Ulah Oknum Guru SMKN 3 Psp"

Posting Komentar