5 SIKAP YANG HARUS DIMILIKI GURU

Berikut adalah beberapa sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru:

1.  Tegas Berwibawa

Sikap tegas dan berwibawa sangat dibutuhkan seorang guru. Guru adalah seorang pendidik, tidak hanya sebagai penyampai materi saja. Guru menjadikan peserta didik pintar juga harus berkepribadian baik. Dalam bersikap pun guru harus tegas karena jika tidak, akan disepelekan oleh peserta didiknya.

Sebagai contoh dalam berpakaian, guru harus selalu memberi contoh dan menegur peserta didik jika dalam berpakaian tidak rapi atau sesuai dengan aturan sekolah yang berlaku. Berpakaian rapi itu menunjukkan rasa hormat terhadap guru, juga terhadap kegiatan yang berlangsung begitu sebaliknya guru pun harus bersikap demikian. Dalam hal ini adalah kegiatan belajar mengajar.

Image result for guru tegas


Image result for guruku

Seorang guru harus berpakaian rapi ketika mengajar, ini berarti guru menghormati peserta didik yang akan diajarnya. Nah, jika peserta didik dibiarkan tidak berpakaian rapi, berarti mereka juga tidak menghormati gurunya. Akhirnya peserta didiklah yang akan mengatur gurunya. Padahal guru adalah sosok yang harus bisa dicontoh, mengarahkan dan memberikan ketegasan jika peserta didik mengikuti perintahnya. Terkadang jika peserta didik dituruti kemauannya terus akan bersikap manja.

Sikap berwibawapun juga penting, meski jangan menjadikan hubungan yang kaku antara guru dan peserta didik. Ketegasan diperlukan ketika membutuhkan suatu kedisiplinan. Wibawa dibutuhkan agar disegani peserta didik. Wibawa bukan untuk menjaga jarak antara peserta didik dan guru melainkan apa yang disampaikan guru itu lebih bernilai. Seperti seorang pemimpin juga dibutuhkan kharismatik untuk menjadikannya nilai lebih. Wibawa itu penting agar guru dihormati siswa, sehingga apa yang disampaikan tidak disepelekan.

2.  Memberi Contoh dengan Tindakan

Seorang guru mengajar dengan metode ceramah saja tidaklah cukup. Baik itu dalam menyampaikan materi atau mendidik perilaku peserta didik. Kalau ceramah saja akan sulit diingat, ada yang mengatakan "masuk telinga kanan, keluar telinga kiri". materinya sekadar melewati telinga saja. Bagaimana mungkin sesuatu yang hendak ditanamkan akan membekas dan mempengaruhi kehidupannya nanti.

Sebagai contoh ketika ada sampah yang ada di kelas guru segera mengambil sampah tersebut dan memasukkan ke tempat sampah. Jika belum menemukan tempat sampah maka disimpan di suatu tempat dulu hingga menemukan tempat sampah. Sembari itu peserta didik diajak bersama-sama mebersihkan sampah dikelasnya karena merupakan tanggungjawab penghuni kelas tersebut. Harus bertanggungjawab dengan apa yang dipakai, begitupun dengan ruangan kelas. Menjaga kebersihan lingkungan seperti tidak boleh corat-coret di meja atau dinding.

3.  Percaya Diri

Kewibawaan seorang guru akan runtuh ketika peserta didik mendapati gurunya tidak memiliki kepercayaan diri yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana ia mengkomunikasikan pelajarannya. Guru seperti ini akan menyampaikan materi dengan penuh kebimbangan dan kurang meyakinkan. Padahal dalam menyampaikan ilmu, seorang guru harus dapat meyakinkan anak didiknya. Jika seorang guru menyampaikan materi dengan penuh percaya diri, maka peserta didik akan percaya diri pula, mengikuti gurunya. Energi positif yang dibawa guru akan mempengaruhi peserta didik, karena emosi akan mempengaruhi satu sama lain.

Sebagai contoh ketika seorang guru PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) yang masih baru biasanya kepercayaan dirinya masih kurang, karena belum terbiasa mengajar dan peserta didik yang dihadapinya pun masih baru. Apalagi jika guru PPL ini mengajar di SMA/SMK. Dimana siswa pada usia ini dalam keadaan labil. Pernah ada kejadian seorang guru PPL mengajar disebuah kelas. Saat mengajar guru ini benar-benar disepelekan, hanya sebagian kecil mau mendengarkan. Bahkan ada guru PPL saat mengajar di kelas anak-anaknya bandel hingga dibuatnya menangis oleh siswanya. Nah, disini kepercayaan diri seorang guru sangatlah penting. Jika guru kurang memiliki kepercayaan diri dan kurang bisa mengendalikan peserta didik, maka hanya akan dianggap remeh.

4.  Konsisten

Konsisten adalah sikap yang dituntut untuk tidak berubah-ubah atau plin plan. Guru yang selalu berubah-ubah dalam membuat aturan akan mengurangi rasa hormat para peserta didiknya. Apabila seorang guru akan menerapkan disiplin positif, guru hendaknya menerapkan aturan yang sudah dibuat dan memberlakukan konsekuensi negatif bagi yang melanggarnya. Disiplin positif merupakan ketegasan dengan kewibawaan dan hormat. Beberapa cirinya adalah kebebasan dengan aturan, pilihan terbatas, boleh memilih dengan batasan yang menunjukkan rasa hormat bagi semua. Di antara manfaat disiplin positif adalah guru mudah mengatur tingkah laku peserta didik sesuai yang sudah dibuat dengan kesepakatan bersama. Guru juga melindungi hak-hak anak didik dengan berlaku adil bagi yang mengikuti aturan dan yang melanggarnya. Lebih jauh lagi, guru akan mendapat dukungan yang positif dari para orangtua dan pengelola sekolah.

Disiplin positif dalam hal motivasi tidak mengikuti falsafah stick and carrot (cambuk dan wortel) di mana sistem pengelolaan anak didik sekadar menganggapnya sebagai seekor keledai yang harus dikendalikan dengan hadiah dan hukuman. Anak didik tidak dimotivasi dengan meletakkan wortel (hadiah) di hadapannya dan dipacu dengan cambuk (ketakutan atau hukuman) di belakang. Pemberlakuan sistem "penghargaan positif dan konsekuensi negatif" perlu diterapkan untuk meminimalisir pengelolaan kelas agar tidak kacau. Selain itu penerapan penghargaan positif merupakan sarana apresiasi guru untuk peserta didiknya yang sudah berperilaku positif. Sedang penerapan konsekuensi negatif adalah fasilitas seorang guru untuk meluruskan perilaku peserta didik yang belum lurus. Hal ini sangat penting diterapkan untuk masa depan anak dalam bersosialisasi di masyarakat sehingga mereka mengetahui perilaku positif dan negatif dengan segala konsekuensinya.

5.  Memahami Kejiwaan Peserta Didik

Seorang guru ibarat seorang dokter. Untuk mengobati yang sakit, maka deperlukan dokter yang mengerti jenis penyakit yang diderita serta cara-cara mengobatinya. Begitu pula dengan seorang guru, dalam mengobati jiwa anak didiknya, membentuk akhlak yang baik. Untuk itu dibutuhkan pendidik yang mengerti akan sifat dasar jiwa manusia, kelemahan dan cara mengobatinya. Ibarat sakit, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi sebelum diobati hendaknya mencegah terjadinya penyakit. Dalam hal ini adalah akhlak anak didik. Sebelum mereka tumbuh dewasa dengan akhlak yang buruk maka sedini mungkin membentuk akhlak yang baik.

Masa pertumbuhan anak didik adalah waktu yang baik untuk membentuk akhlaknya. Dalam bukunya Didik dan Murtafi'atun (2015:25) mengamati pertumbuhan seorang anak. Ada seorang anak yang terbiasa digendong oleh Ibunya. Akibatnya di usia 14 bulan belum bisa jalan. Bahkan untuk merangkak masih belum bisa. Penyebabnya adalah kebiasaan dari pengasuhan yaitu Ibunya jarang mebiarkan anaknya bermain dalam area bebas. Dengan digendong berarti ruang gerak di anak akan terbatas. Pemberian ruang yang terbatas bagi anak untuk berekreasi akan menjadikan pertumbuhan kreatifnya terhambat. Dan jika hal ini terus berlangsung bisa jadi anak didik tidak akan memiliki banyak peluang untuk mengembangkan dirinya menjadi yang terbaik. Salah satu pemberian ruang yang terbuka bagi anak untuk mengembangkan kreasi belajarnya adalah dengan memberikan fasilitas bermain. Dunia anak adalah bermain. Pemberian waktu bermain yang cukup akan mempengaruhi perkembangan kejiwaan anak. Menurut Dr. Ladle "Permainan mempengaruhi perkembangan jiwa".

Demikian informasi yang kami sampaikan yang kami lansir dari warungles.blogspot.co.id  . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Mohon Dishare agar semua rekan - rekan kita tahu

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "5 SIKAP YANG HARUS DIMILIKI GURU"

Posting Komentar