Kurikulum di Indonesia Terlalu Rumit

Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,, rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, Hari ini admin akan membagikan informasi mengenai Kurikulum Pendidikan Indonesia

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menilai, kurikulum yang selama ini diterapkan di Indonesia terlalu rumit. Menurut pandangannya, selama ini para pelajar hanya dijejali pelajaran yang bersifat akademis, namun minim dalam hal pengaplikasiannya.

“Bayangkan, setingkat SMP saja pelajarannya sampai 17 mata pelajaran. Pelajaran sebanyak ini kan bukan membuat mereka pintar, justru malah akan membuat mereka depresi,” ujar Dedi, Selasa (29/11/2016).
Image result for siswa smp

Menurut dia, selama ini para pelajar terlalu dibebani dengan banyaknya materi pelajaran formal. Padahal, pola seperti itu justru tidak bagus untuk perkembangan mental mereka. Karena, dampak negatifnya bisa menyebabkan anak-anak tersebut mengalami krisis kreatifitas.

“Otak para pelajar saat ini terlalu lelah menghadapi pelajaran yang terlalu formal. Sejak bangun tidur, mereka sudah banyak dijejali dengan berbagai pelajaran,” jelas dia.

Makanya, sambung dia, pihaknya berharap pemerintah pusat membuat formulasi baru. Salah satunya, lebih menyederhanakan pelajaran yang diberikan kepada siswa dan mendorongnya untuk lebih aplikatif.

“Pelajaran sederhana tapi aplikatif, yang bisa menciptakan orang hebat,” jelas dia.

Selain penyederhanan pelajaran, kata dia, pemerintah harus merombak metodologi dan pola pembelajaran guru dalam hal mengajar anak didiknya. Jadi, para guru harus lebih membuka wawasan lagi. Terutama, bisa lebih kreatif, berinovasi dan improvisasi dalam mengajarkan pelajaran. Supaya, pola pembelajaran di sekolah tak cenderung monoton.

“Mayoritas cara mengajar guru saat ini masih sangat monoton. Sehingga, terlihat si guru itu kurang kreatif. Karena, tak sedikit para guru ini hanya bisa mentransferkan ilmunya dari buku pelajaran yang diterbitkan saja. Metode seperti ini, harusnya diubah,” cetus dia.

Jadi, terang dia, perlu ada perubahan pola pembelajaran guru bagi para siswanya. Karena, selama ini pelajar hanya diberi ilmu serta teori. Sedangkan, dalam tataran praktik masih sangat minim. Padahal, ilmu yang mereka pelajari itu perlu juga diaplikasikan di lapangan.

Dedi menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah pusat di bidang pendidikan. Salah satunya, soal rencana penghapusan Ujian Nasional (UN). Apalagi, menurutnya, adanya UN sangat tidak sejalan dengan amanat peraturan perundang-undangan mengenai Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikas) sembilan tahun.

“Kalau soal ini, sejak lama saya sangat tidak setuju. Apalagi yang diberlakukan bagi siswa SD. Karena, beban para siswa akan semakin berat saat menghadapi ujian seperti ini,” tambah dia.

Menurut dia lagi, jika merujuk pada wajib belajar sembilan tahun, sudah seharusnya siswa tidak boleh mengikuti ujian kelulusan. Maksudnya, ketika dia kelas enam SD maka untuk melanjutkan ke tingkat selanjutnya tak perlu UN, langsung saja mendaftar ke kelas satu SLTP.

Jadi, kata dia, para siswa ini cukup tinggal mengikuti ujian evaluasi sekolah untuk selanjutnya mereka naik ke kelas tujuh. Begitu selanjutnya. Sampai dia bisa lulus kelas sembilan tingkat SLTP.

“Kondisi saat ini serba sulit. Terutama bagi para siswa. Mereka, harus belajar enam tahun di SD. Setelah itu, mengikuti ujian. Gagal dalam ujian itu, maka dia tak bisa melanjutkan ke SLTP. Begitu juga dari SLTP ke SLTA, prosesnya jauh lebih sulit. Kasihan anak-anak kita. Mereka ingin lanjut sekolah, tapi prosedurnya sangat sulit,” ujar Dedi.

Dedi kembali menambahkan, jika pemerintah ingin dunia pendidikan maju, maka bebaskan kebijakan yang sifatnya prosedural. Seperti UN dan pelajaran yang terlalu bersifat akademis. Selain itu, tak terlalu menggunakan standarisasi yang bersifat umum. Karena, setiap daerah memiliki standar yang berbeda.

Demikian informasi yang kami sampaikan yang kami lansir dari www.inilahkoran.com . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Mohon Dishare agar semua rekan - rekan kita tahu

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik

loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "Kurikulum di Indonesia Terlalu Rumit"

Posting Komentar