PEMERINTAH AKAN MENURUNKAN TIM PENDATAAN, DAN MENGGELONTORKAN ANGGARAN SEBESAR 1,3 TRILIUN RUPIAH

Kemdibud selalu menjadi soratan terkait banyaknya sekolah yang rusak. Padahal, di era otonomi daerah perbaikan sekolah menjadi tanggung jawab pihak daerah.

Pemerintah akan menurunkan tim pendataan, dan menggelontorkan anggaran sebesar 1,3 triliun rupiah untuk rehabilitasi ruang kelas di 2017. Saat ini diperkirakan 1,3 juta ruang kelas dalam kategori rusak parah.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Wowon Widayat mengungkapkan pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar 1,3 triliun rupiah untuk anggaran rehabilitasi ruang kelas. Kemdikbud telah membangun sistem tata kelola yang berisi data kondisi seluruh sekolah.

Image result for gedung sekolah tua

“Anggaran itu meningkat 4 kali lipat dari anggaran sekarang ini. Kuotanya sedang dihitung karena programnya tidak berdasarkan pemerataan, tapi program tuntas supaya tahun depan tidak minta-minta lagi,” kata Wowon. Input data sekolah rusak di lapangan akan melibatkan siswa siswi SMK jurusan bangunan. “Ada 611 sekolah SMK jurusan bangunan dilibatkan.

611 SMK itu terdiri dari 6 ribu guru jurusan bagunan dan 50 ribu siswa yang dilibatkan,” sebut Wowon. Ia menjelaskan, nantinya data akan dimasukkan oleh guru dan siswa SMK jurusan bangunan yang telah dilatih direktorat. “Kami prihatin dengan sekolah banyak yang rusak, tapi miskin data,” tambah Wowon.

Menurutnya selama ini ada data dari data Pokok Pendidikan, namun tidak disertai dengan data teknis dan foto. “Nah untuk melengkapi itu kami banngun sistem tata kelola dan hasilnya ini tentunya kedepan ada perubahan,” jelas dia.

Saat ini, kata Wowon, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah telah membuat edaran ke seluruh dinas agar dipertimbangkan melibatkan SMK sesuai inpres nomor 9 tahun 2016. Kemudian direktur pembinaan SMK juga akan mengeluarkan edaran ke seluruh SMK bahwa siswa siswi tersebut ditempatkan di sekolah di tempat yang akan dibangun.

“Jadi real sekaligus mendata berapa banyak sekolah rusak,” jelasnya. Ia mengakui, hingga saat ini baru 10 persen data yang masuk karena pengambilan data di daerah Terluar, Terdepan, dan Terencil baru sampai perkotaan.

“Insya allah Desember ini data masuk kemudian 2017 sesuai program pemerintah selesaikan yang rusak. Memang persentaseya tinggi khususnya SD banyak di daerah yang jauh dari perkotaan,” papar dia.

Wowon menegaskan, sesungguhnya sekolah dasar sampai menengah di era otonomi daerah adalah milik dan kewenangan daerah, bukan kementerian. Namun dengan kondisi seperti ini kementerian terpaksa harus turun juga.

“Kalau sekolah rusak yang selalu menjadi sorotan kementerian, padahal sekolah itu punya daerah,” tegasnya. Sebelumnya Mendibud, Muhadjir Effendimengatakan, sekolah-sekolah yang saat ini kondisinya rusak total dan rusak berat jumlahnya mencapai 152 ribu.

“Tahun depan kita rencanakan akan bisa direhabilitasi sekitar 50 ribu, baik yang rusak berat maupun yang rusak fatal atau rusak total,” katanya.

Bentuk Panja

Sementara itu, Komisi X DPR akan membentuk Panitia Kerja (Panja) sarana dan prasarana untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Panja dibentuk untuk menindaklanjuti 1,3 juta ruang sekolah yang berstatus rusak.

Anggota Komisi X DPR, Abdul Fikri mengungkapkan hanya ada 500 ribu dari 1,8 juta ruang kelas di seluruh sekolah Indonesia yang layak digunakan untuk proses belajar mengajar. “Sebanyak 1,3 juta diantaranya masuk kategori rusak,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Komisi X yang menangani pendidikan di parlemen akan membentuk panja sarana-prasaran pendidikan dasar dan menengah. Panja ini nantinya akan mengungkap fakta sesungguhnya di lapangan terkait sekolah rusak.

Selain itu juga akan dilakukan pemetaan penyebaran ruang kelas rusak di seluruh sekolah di Indonesia. “Nantinya kami akan membuat rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah untuk merumuskan solusinya,” jelas Fikri.

Demikian informasi yang kami sampaikan yang kami lansir dari www.koran-jakarta.com . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "PEMERINTAH AKAN MENURUNKAN TIM PENDATAAN, DAN MENGGELONTORKAN ANGGARAN SEBESAR 1,3 TRILIUN RUPIAH"

Posting Komentar