Tirulah 4 Metoda Pendidikan Nabi Ibrahim

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab Pekalongan selama 2 hari mengadakan rapat kerja sejak Jumat-Sabtu (9-10) September di Aula PDM Kajen.

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kab Pekalongan, Umbari dalam sambutannya mengatakan, acara tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam tubuh pengurus Dikdasmen PDM. Tema yang diambil adalah Revitalisasi Sekolah, Madrasah, Ponpes Muhammadiyah Unggul Menuju Kab Pekalongan Berkemajuan.

Image result for pendidikan

Sementara itu Ketua PDM Kab Pekalongan, Drs H Mulyono dalam sambutannya sangat mengapresiasi acara tersebut. Para pengurus walaupun sudah senior namun menunjukkan kinerja yang sangat luar biasa. Semangatnya tidak kalah dengan anak-anak muda. “Saya bangga dan sangat apresitatif,” tuturnya.

Mulyono mengingatkan kepada para peserta Raker agar pendidikan Muhammadiyah harus terus menerus menciptakan keunggulan baru. Kita boleh bangga dengan nilai akademis dan kognitif yang tinggi. Namun akan lebih bangga lagi kalau output kesalehan mewarnai kehidupan sehari-hari. Dalam pendidikan, figur Nabi Ibrahim patut dijadikan contoh kongkret.

Menurut Mulyono ada 4 metoda pendidikan Nabi Ibrahim. Pertama, mencetak generasi yang soleh. Doa-doa yang dilanjutkan Nabi Ibrahim kepada Allah Swt adalah kelak anak keturunannya agar menjadi orang-orang saleh dan salehah. Sementara sekarang ini, faktor ekonomi kadang menjadi tolok ukur yang terlalu berlebihan. Padahal Allah sudah menggaransi rezeki setiap orang yang bertakwa.

Kedua, tambah Mulyono, Nabi Ibrahim dalam pendidikannya selalu memberikan contoh, bukan hanya sekadar taklim atau berbicara. Sementara ini di dunia pendidikan, jauh lebih dominan pendidikan teori dan kata-kata daripada contoh suri tauladan dari si pendidik. Jangan heran kalau hasil pendidikan tidak sesuai dengan harapan.

Ketiga, lanjutnya, totalitas pengajaran Islam harus diperjuangkan. Islam membawa kesuksesan di dunia dan akhirat. Islam terdiri atas teori dan praktek, dua-duanya harus dilaksanakan. Dalam konteks pendidikan, hal-hal tertentu yang dilarang bisa jadi diperkenankan. Contoh, Rasulullah didatangi oleh orang yang suka mencuri. Orang ini ingin masuk Islam. Rasulullah tidak menyuruh untuk berhenti mencuri, Rasul hanya meminta untuk tidak berbohong. Hanya dengan tidak bohong, orang tersebut bisa berhenti melakukan perbuatan jahatnya.

Keempat, tambah Mulyono, spirit membaca, taklim, transfer ilmu pengetahuan, mengajarkan hikmah dan penguatan spiritual. Ini adalah ciri pendidikan dari Nabi Ibrahim. Nabi Ibahim sangat khawatir terhadap generasi berikutnya kalau tidak menyembah Allah.


Demikian informasi yang kami sampaikan . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!
Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "Tirulah 4 Metoda Pendidikan Nabi Ibrahim"

Posting Komentar