Sistem K2 Disebut Biang Berkurangnya Guru SMK, ini Penjelasannya

Kekurangan guru mengajar di sekolah agaknya bukan lagi jadi sesuatu yang baru.
Hal ini terus menjadi pekerjaan rumah pemerintah, telebih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, seiring rencana peningkatan mutu guru adaptif SMK.
Sejumlah SMK di Surabaya mengaku selalu ada kekurangan guru tiap tahunnya. Bahrun, Kepala Sekolah SMKN 1 Surabaya salah satunya. Ia mengaku guru normatif-adaptif di sekolahnya memang selalu update. Namun untuk guru produktif selalu saja ada kekurangan.

Image result for honorer k2

"Total guru kita ada 162 adaptif dan produktif. Meski guru produktif kurang, sejauh ini masih bisa kami cover dan kami penuhi dengan guru honorer," katanya, Senin (12/9/2016).
Senada dengan Bahrun, Waka siswa SMKN 12, Mardi menjelaskan problem tahunan yang mereka rasakan adalah kurangnya guru karena proses K2, yaitu guru honorer yang tahunan mengajar di SMKN 12 harus dilukir ke SMK lain usai pengajuannya dirima K2.
"Mulaya guru honorer, sudah beberapa tahun, sudah ahli dalam bidang tertentu lalu mengajukan K2. Peraturannya kan kalau sudah disetujui mereka ditempatkan di SMK lain, tidak boleh kembalin ke SMK asal. Nah ini kami kesusahan, harus cari guru honorer yang baru," keluhnya saat dihubungi Surya.co.id.
Mardi menambahkan misalnya jurusan teater, pihak sekolah membutuhkan S1 sebanyak 5 guru PNS tapi samapi hari ini masih ada 1 guru, sementara lainnya honorer.
"Animasi, kami butuh tujuh sekarang hanya ada empat," tambahnya.
Guru normatif adaptif kita update, 162. bahas idonesia, agama, dan seni budaya. Sehingga kita. Guru produktif ada kekurangan, tapi masih bisa di cover. Kekuranagan guru produktif lebih banyak guru honorer.
Keluhan lain juga diungkapkan Mardi, atas guru adptif normatif di SMK. Nasibnya begitu memprihatinkan karena harus mencari jam mengajar di luar kelas.
Terlebih jika SMK harus mengikuti kurikulum baru, guru adaptif normatif tidak terlalu banyak mendapat kelas.
Menanggapi hal ini Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan dan Pendidikan Tinggi Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono mengaku sesuai arahan Kemendikbud pihaknya akan mendapatkan materi upgrade.
"Karena tidak banyak mengisi kelas, artinya guru normatif adaptif seperti kelebihan. Ada upaya upgrade supaya guru normatif tidak hanya mengajar matematika atau fisika saja misalnya tapi juga bekerja sama mengajar teknik," terangnya.
Sebagai info, guru SMK dibagi menjadi dua kelompok, yaitu guru produktif dan guru normatif-adaptif. Guru produktif mengajar anak-anak sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih. Sementara guru normatif-adaptif mengajar mata pelajaran seperti Fisika, Matematika, Bahasa Indonesia, dan lainnya.

Demikian informasi yang kami sampaikan . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kompasnesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!
Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "Sistem K2 Disebut Biang Berkurangnya Guru SMK, ini Penjelasannya"

Posting Komentar