SEKOLAH BELUM RAMAH ANAK, GAGASAN FULL DAY SCHOOL TERLALU MEMAKSA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyatakan terus melanjutkan gagasan full day school dengan mempertajam konsep dan mengkaji keadaan sosial budaya siswa. Di sisi lain, full day school masih menjadi perdebatan berbagai pihak dan kalangan masyarakat. 

Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, full day school boleh saja diterapkan asalkan sekolah sudah benar-benar ramah anak. "Jika infrastruktur dan guru saja tidak dapat dipenuhi, maka full day school akan membuat sekolah menjadi penjara karena sekolah kita tidak ramah anak," ujar Aris dalam Diskui Redaksi Kebon Sirih (Redbons) Okezone, Selasa (16/8/2016). Aris menjelaskan, selain masalah infrastruktur, full day school juga belum tentu cocok diterapkan di berbagai wilayah di Tanah Air. 


Apalagi, jika anak-anak harus membantu orangtua sepulang sekolah. "Sekolah juga belum bebas dari kekerasan, seperti kekerasan seksual. Kurikulum belum ramah anak karena masih fokus pada ujian. Belum lagi masalah guru yang mengajar lebih dari satu kelas, ini semua tidak bisa dipaksakan," tuturnya. 

Menanggapi wacana full day school, Aris berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mampu menyelesaikan pekerjaan rumahnya, yakni membuat sekolah yang menyenangkan. "Sekolah belum menyenangkan, sekarang saja guru tidak hadir siswa malah senang," tukasnya.


Terima kasih telah mengunjungi laman kami, Semoga informasi yang diperoleh bermanfaat. 

loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "SEKOLAH BELUM RAMAH ANAK, GAGASAN FULL DAY SCHOOL TERLALU MEMAKSA"

Posting Komentar