DISEBUT BODOH, PULUHAN GURU TK, SD, SMP DAN SMA DI TERNATE DEMO DAN MENGAMUK

Puluhan guru mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA di Kota Ternate, Maluku Utara, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Kota Ternate, Kamis (18/8/2016). Mayoritas dari mereka adalah para guru yang dilarang mengikuti upacara HUT Kemerdekaan Ke-71 RI pada Rabu (17/8/2016) kemarin karena miskomunikasi antara pihak panitia dan guru.

Salah satu peserta aksi mengaku, aksi solidaritas guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Ternate ini ini bukan karena mereka tidak diikutkan dalam barisan upacara pengibaran bendera kemarin, tetapi karena adanya suara dari Satpol PP yang dianggap melecehkan para guru.
“Kalau hanya persoalan miskomunikasi teman-teman guru memahami itu, tetapi kata-kata guru bodoh dan kepala sekolah bodoh itu yang sangat melecehkan,” kata Manaf.
Dalam aksi damai para guru itu, mereka hanya meminta agar oknum Satpol PP yang mengatakan kata-kata tersebut untuk meminta maaf. Oknum itu juga harus diberikan sanksi.
Seusai ditemui Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Mohdar Din, para guru sempat memaksa untuk ikut menyampaikan tuntutan kepada Wali Kota Ternate. Namun, akhirnya hanya perwakilan para pendemo, yaitu dari PGRI Maluku Utara, PGRI Kota Ternate, serta Dewan Guru Kota Ternate, yang pergi ke wali kota.
Sementara itu, terkait aksi para guru ini, sejumlah siswa/siswi sekolah dasar dipulangkan lebih awal mengingat guru mereka ikut berunjuk rasa. “Tadi siswa kami pulangkan lebih awal. Aksi ini akan tetap berlangsung jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” kata Fatma, salah satu guru.
Terima kasih telah mengunjungi laman kami, semoga informasi yang diperoleh bermanfaat
loading...
LIKE & SHARE

1 Response to "DISEBUT BODOH, PULUHAN GURU TK, SD, SMP DAN SMA DI TERNATE DEMO DAN MENGAMUK"

  1. Kalau oknum SATPOL PP yg sebut bodoh tidak perlu demo panggil oknum tersebut dan didik kembali, belum pantas jadi SATPOL PP karena, karakternya belum dewasa, kedewasaan juga bukat karena umur, tetapi kematangan personal menata pengetahuan yang telah dimilikinya, saya sebut oknum karena masih banyak SATPOL PP yang berkarakter lebik baik, semoga tetaman teman guru dapat menahan diri dan menemukan jalan keluar terbai, semoga amin amin amin YRA

    BalasHapus