TERBUKTI PALSUKAN SK, DUA OKNUM PNS SELAMAT DARI PEMECATAN

Meski terbukti salah melakukan pemalsuan surat keputusan (SK), dua orang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Ambon, Maluku, beruntung tidak dipecat. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku Maritje Lopulalan, meski keduanya terbukti bersalah, namun vonis hakim kepada mereka hanya 1,5 tahun penjara. 
Sementara, dalam Undang-Undang (UU) yang mengatur tentang PNS menyebutkan, pemecatan terhadap PNS hanya berlaku bagi mereka yang dijatuhi vonis penjara lebih dari dua tahun dan telah berkekuatan hukum tetap. "Jadi staf Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemprov Maluku, Lea Maria Lekipiouw alias Ice dan staf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.M. Haulussy, Neltjie Tempessy yang akrab disapa Popi tidak dipecat," katanya, Kamis (14/7/2016). 


Ia mengatakan, bila nanti kedua oknum itu sudah aktif kembali, harus menjalani pembinaan ekstra ketat agar tidak berulah kembali dan merusak citra PNS. Dia berharap, keduanya, Ice dan Neltjie menyadari kesalahan dan tidak mengulangi perbuatan tercela tersebut, karena sanksinya tentu akan lebih berat. "Semoga mereka jera, terutama Ice yang sebelumnya pernah melakukan perbuatan serupa," ujarnya. 
Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Ice dan Neltjie terungkap dari laporan Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Benny Gaspersz kepada BKD Maluku tentang keraguan stafnya tentang SK yang diterbitkan kepada Merdy Dietrich Sitania di Ambon pada 13 Januari 2016. SK Merdy, yang ditempatkan di Dinas Perhubungan Maluku, ditandatangani Sekretaris Daerah Maluku Ros Far-Far tanggal 25 Mei 2014 dengan NIP 19841016 201404 1 002, tetapi ternyata SK itu milik staf Kementerian Riset dan Teknologi, 
Barata Mandala Sianturi. Aksi tercela dua oknum PNS tersebut juga terungkap berkat kerja sama Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, yang memproses laporan dari orang tua Merdy karena merasa ditipu oleh Ice dan Popi pada 14 Januari 2015. Ice merupakan "pemain lama". Ia diketahui telah berulah sejak 2011 dan sempat diproses hingga membuat surat pernyataan, tetapi ternyata tidak jera atau menyadari kesalahannya itu. 
Korban lain bernama Diana Faubun mengatakan, ibunya sempat menyerahkan Rp30 juta kepada Ice dan Popi. "Saya mengetahui ini dari kakak setelah ibu meninggal pada Agustus 2015 dan ditempatkan di Dinas Kesehatan Maluku dengan SK tertanggal 24 Mei 2014," katanya. Ice mengaku korbannnya sudah lebih dari 20 orang, dan memberikan sebagian uang hasil penipuannya kepada Popi.


Terima kasih telah mengunjungi laman kami, semoga informasi yang diperoleh bermanfaat.
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "TERBUKTI PALSUKAN SK, DUA OKNUM PNS SELAMAT DARI PEMECATAN"

Posting Komentar