SUBHANALLAH.. MENOLAK UANG PEMBERIAN GURU, "INI PENGABDIANKU"

“SD KLAMPOK 1 ana Polisine (ada polisinya) yang menyeberangkan tiap hari, hebat ” tutur Ibu Sopiyah Ginawati, S.Pd, (Kepala SDN 1 Klampok Kec. Wanasari Brebes) kepada rekan-rekan Diklat Keguruan di Semarang. Adalah Aiptu Agus Dwi Santoso, anggota polri yang merupakan kebanggaan dari Satuan Lalu Lintas Polres Brebes. Aiptu Agus atau yang sering disapa Mbah Agus di samping tugas utamanya di Unit Dikyasa Satlantas Polres Brebes, selama tiga tahun terakhir juga bertugas menyeberangkan anak-anak sekolah dan mengatur lalu lintas di depan SDN 1 Klampok Wanasari.

Tak sekadar menyeberangkan anak sekolah seperti kebanyakan anggota polisi lainnya, Mbah Agus menyeberangkan anak-anak dengan penuh kasih sayang, menggandeng tangannya, mengelus kepala seperti anaknya sendiri. Kebapakan dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya. Setiap anak yang menyeberang dengan berlari langsung ditegur oleh Mbah Agus supaya terib dalam menyeberang.


Sebelum ada Mbah Agus yang bertugas di SDN 1 Klampok, sekolah menyewa Satpam dari masyarakat yang hanya bertahan 1.5 bulan. Mengundurkan diri karena gaji tidak sesuai/terlalu kecil. Dengan ditugaskannya Mbah Agus di SDN 1 Klampok, sekolah merasa sangat terbantu. Hal tersebut juga mendukung dan merupakan implementasi Sekolah Layak Anak dari SDN 1 Klampok Wanasari Brebes.

Kesederhanaan Mbah Agus terlihat jelas dari kesehariannya yang tidak lepas dari sepeda onthel yang Mbah Agus sayangi.Sepeda yang setia mengantar Mbah Agus dari tempat tinggal ke tempat kerja. Dia merawat sepeda tersebut seperti menjaga pasangan hidupnya. Tak merasa canggung dengan rekan kerja lainnya karena kesederhanaannya, Mbah Agus tetap semangat menjalankan tugasnya, setiap pagi mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak-anak sekolah di jalan raya.

2016 merupakan tahun ke-3 Mbah Agus bertugas di SDN 1 Klampok dan mungkin akan menjadi tahun terakhir beliau bertugas karena akan memasuki masa pensiun pada bulan November. Sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Mbah Agus selalu menolak pemberian dari pihak sekolah SDN 1 Klampok.

Saat momen lebaran tahun 2016, Ibu Sopiyah Ginawati, S.Pd. (Kepala Sekolah) yang merasa empati dengan keikhlasan pengabdian Mbah Agus selama ini, beserta guru-guru lainnya kembali berencana memberikan sedikit uang kepada Mbah Agus dengan mengamplopi secara diam-diam, tapi tetap ditolak, “Ini pengabdianku”. Mbah Agus hanya mau menerima sarung dan baju koko, itu pun karena kepala sekolah memohon dengan sangat dan dipaksa dengan ditaruh langsung di dalam tasnya Mbah Agus.

Dambang Haryanto yang merupakan suami dari Ibu kepala sekolah SDN 1 Klampok menambahkan bahwa Mbah Agus setiap pagi ada di tepi jalan untuk mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak sekolah. Dia ikhlas tanpa pamrih.  Mempunyai nilai plus dalam pengabdian kepada masyarakat. Keikhlasan nya teruji. Saya juga pernah memberinya uang dalam amplop, tapi ditolak juga. Kata Mbah Agus, “Pak, saya datang kesini ikhlas, bukan untuk yang ini (imbalan uang), saya ikhlas untuk anak-anak ini. Saya kesini itu ikhlas untuk sangu (bekal untuk ke akhirat) saya”.

Harapan dari pihak sekolah yang disampaikan oleh kepala sekolah adalah supaya Mbah Agus menerima penghargaan khusus dari atasan/dinas/polri serta ada yang bisa menggantikan dan meneruskan tugasnya secara ikhlas seperti Mbah Agus. “Apabila Pak Agus pensiun, harapannya ada yang menggantikan beliau. Melihat seragam polisi di jalan saja orang tua sudah merasa nyaman, apalagi anak-anak,” imbuhnya.


Terima kasih telah mengunjungi laman kami, semoga informasi yang diperoleh memberikan anda semangat pengabdian penuh inspirasi
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "SUBHANALLAH.. MENOLAK UANG PEMBERIAN GURU, "INI PENGABDIANKU""

Posting Komentar