SEKOLAH DITUTUP TANPA ALASAN YANG JELAS

Begitulah sikap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandar Lampung merespons aspirasi berbagai pihak terkait rencana penutupan SMK Negeri 9 Bandar Lampung. 
Meski banyak kalangan menyayangkan, mempertanyakan, keberatan, bahkan menentang penutupan sekolah untuk kepentingan publik itu, nyatanya Disdik Kota Bandar Lampung kukuh meniadakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah berpelat merah itu, Senin (15/5/2016).    


Tidak kurang, para pihak semisal warga sekitar sekolah, sejumlah orang tua siswa, anggota DPRD kota dan provinsi, serta Dewan Pendidikan mempertanyakan alasan Disdik “mengaborsi” sekolah negeri yang sejatinya lahir dari usaha keras Pemkot memperbanyak sekolah kejuruan negeri di Kota Tapis Berseri.
Koordinator Pengawas Sekolah Disdik Bandar Lampung pernah menyatakan penghentikan PPDB di SMKN 9 Bandar Lampung lantaran sekolah tersebut belum berstatus definitif dan hingga kini belum keluar izin nomor pokok sekolah nasional (NPSN). Alasan itu nyatanya tidak akurat.
Faktanya, SMKN 9 telah mengantongi izin operasional sejak 2015, sesuai dengan SK Wali Kota Bandar Lampung No. 822/IV.40/HK/2015. Sekolah itu juga memiliki NPSN dengan nomor 69922153. Dengan dikeluarkanya NPSN tersebut, artinya SMKN 9 sudah terdaftar di pusat.
Oleh karena itu, adalah hal yang sangat wajar jika Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mempertanyakan kebijakan penutupan sekolah tersebut. Orang nomor satu di provinsi itu menantang Pemkot memberikan alasan yang kuat menutup sekolah. Bahkan, Pemprov siap menjadi garda terdepan mengeksekusinya jika alasan masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan di depan publik. 
Kita sepakat dengan sikap Gubernur. Pemkot dan Disdik harus bersikap terbuka dengan terang benderang di depan khalayak ramai menyatakan alasan penutupan sekolah milik rakyat. Tanpa alasan jelas, jangan salahkan jika kemudian hari kebijakan itu dipandang sebagai kesewenang-wenangan dan arogansi kekuasaan. Kepentingan publik pun diabaikan. 
Pemkot seharusnya merujuk Pasal 29 Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 060/U/2002 tentang Pendirian Sekolah. Pasal itu menyatakan penutupan dapat dilakukan jika sekolah sudah tidak memenuhi persyaratan pendirian dan tidak lagi menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Perintah menteri sangat tegas. 
Fakta di lapangan jelas menunjukkan selama setahun pertama pascapendirian, SMKN 9 aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bagi 225 siswa, juga masih memenuhi dilanjutkannya program pendidikan kejuruan bagi anak bangsa di Lampung ini. Sepak terjang Disdik atas sekolah ini amat sulit dicari pembenarannya.
Penutupan sekolah mana pun tanpa dasar alasan jelas dan kuat tentu menjadi preseden buruk bagi upaya mencerdaskan bangsa sebagaimana amanat konstitusi di republik ini. Sekolah lain di Bandar Lampung, baik negeri maupun swasta, dapat “tutup buku” oleh Disdik atau Pemkot tanpa sebab. Sudah saatnya rakyat dapat mengadu ke pengadilan atas penutupan ruang belajar untuk kepentingan publik itu.
Mempertahankan SMKN 9 berarti mempertahankan “rekor baik”, bahkan Pemkot juga harusnya menambah sekolah kejuruan dalam kurun waktu singkat. Sebaliknya, menutup sekolah menjadi “rekor buruk”, dan lebih buruk lagi karena menyakiti hati rakyat yang ingin cerdas dan pintar. Sekolah kejuruan itu umurnya teramat singkat karena dipaksa dikubur hidup-hidup hanya untuk kepentingan sesaat.


Terima kasih telah mengunjungi laman kami. Tolong bantu di Share yaaaaaa.....
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "SEKOLAH DITUTUP TANPA ALASAN YANG JELAS"

Posting Komentar