SEKOLAH DIINTERVENSI SAAT PPDB

 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tiap tahunnya mendapat sorotan, termasuk tahun ini. Beberapa sekolah diyakini masih dapat diintervensi dari oknum tertentu saat menerima pelajar baru. Terutama sekolah favorit, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Nunukan dan SMA Negeri 1 Nunukan Selatan (Nusa). “PPDB harus sesuai petunjuk teknis, dan sekolah harus tegas dalam menjalankan aturan tidak ada pihak yang bisa mengintervensi keputusan sekolah,” kata Ketua Komisioner Dewan Pendidikan Nunukan, Syafaruddin Thalib kepada Radar Nunukan, Jumat (24/6).

Menurutnya, oknum yang selalu memanfaatkan pihak sekolah agar titipannya selalu didahulukan harus diberhentikan mulai saat ini. Jika hal tersebut terus berlaku di Nunukan, maka dunia pendidikan ke depan akan hancur.
Jika juknis sudah menetapkan dalam satu kelas hanya dapat dimuat 32 pelajar, maka itu yang harus diikuti. Tidak memaksakan untuk menerima pelajar titipan yang tidak sesuai dengan nilai yang telah ditentukan pihak sekolah. Ia menegaskan, jika hal ini tiap tahun terjadi maka pihak sekokah yang selalu diintervensi. Sehingga sekolah tidak dapat mengambil kebijakan atas keputusannya sendiri. Oknum-oknum pejabat harus mulai sadar bahwa yang dilakukan itu merusak dunia pendidikan, karena sama halnya memaksa untuk masuk sekolah yang tidak mencapai nilai yang telah ditentukan.

Dia berharap, mulai saat ini pihak sekolah harus tegas dalam mengambil keputusan bukan tunduk dan patuh kepada pemangku kepentingan. Hal yang semacam ini tidak perlu ada yang ditakuti, jika itu benar maka katakan dengan sejujurnya “Kasihan pihak sekolah yang selalu diintervensi jika dalam mengambil kebijakan tidak memiliki ketegasan,” ujarnya. Senada dikatakan, Ketua Komisi I Aprem SE mengatakan, aturan penerimaan siswa baru sudah ada. Seharusnya, semua sesuai aturan jangan ada yang tidak mengikuti aturan atau seenaknya menitipkan kepada pihak sekolah agar mudah diterima.

Menurutnya, penerimaan siswa baru di sekolah favorit harus dinilai melalui kualitas atau capaian siswa. Bukan karena ada kenalan pejabat seenaknya mamasukkan siswa ke sekolah tersebut. Nilai siswa sudah ada seharusnya itu yang menjadi acuan. “Penyeleksian harus profesional, bukan atas dasar kepentingan atau kedekatan dengan pihak sekolah, kasihan orangtua yang tidak punya kenalan di sekolah otomatis tidak diterima,” kata Aprem  kepada media ini, kemarin.

Dia menambahkan, jika ada orang tua siswa yang dirugikan dengan penerimaan siswa baru  atas keputusan yang dikeluarkan pihak sekolah, selaku Ketua Komisi I DPRD Nunukan siap menampung dan memanggil panitia PPDB yang bersangkutan. “Kami siap mendampingi orangtua siswa jika ada yang dirugikan mengenai penerimaan siswa baru tahun ajaran 2016/2017,” beber politisi Partai Gerindra ini. 
Terima kasih telah mengunjungi laman kami. Tolong bantu di Share yaaaaaa.....
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "SEKOLAH DIINTERVENSI SAAT PPDB"

Posting Komentar